Perkembangan pesat ekonomi dan politik China dan ancaman terhadap Amerika

PENDAHULUAN

Dalam era paska 11 september 2001 banyak beberapa isu yang dihadapi oleh politik luar negeri Amerika Serikat . Dan dalam beberapa isu tersebut diambil salah satunya yaitu adanya politik luar negeri terhadap China dimana serangan pada 9/11 tersebut adanya suatu pukulan yang keras terhadap amerika dan telah banyak perdebatan antara hubungan Amerika dengan China.Dan dalam relasi tersebut adanya rasa suka dan benci dimana China mendapatkan perhatian khusus dari Amerika dalam bidang perdagangan, mengingat investasi yang menguntungkan di China karena jumlah penduduk China terbanyak di dunia. Meskipun demikian hubungan Cina dan AS masih belum stabil seperti yang dibayangkan. Yang menarik dari semua bidang di atas adalah bidang militer, karena bidang inilah China menjadi suatu kekuatan yang ditakuti oleh dunia khususnya Amerika apalagi sekitar Asia tempat China berada.serta bidang ekonomi dimana adanya perkembangan yang sangat cepat dalam perekonomian. Peningkatan China yang cepat sebagai kekuatan ekonomi dan politik serta militer dengan cita-cita dunia merupakan elemen penting dalam strategi masa kini. Salah satu yang memiliki dampak bagi kawasan dan dunia,Amerika menerima kebangkitan yang damai dan makmur dari China,Dan adanya kebijakan Amerika mendorong China untuk berpartisipasi dalam bertanggung jawab dalam kehidupan internasional. Perkembangan China di segala aspek tersebut membuat Amerika merasa terancam posisinya sebagai adidaya,dan ketakutan akan hal inilah yang membuat Amerika akhirnya mengeluarkan strategi untuk membentengi diri agar dapat menjadi satu-satunya negara superpower.Dan inilah yang merupakan cerminan kebijakan umum pemerintah untuk menjaga integritas dan kemampuan bertahan sebagai suatu bangsa dan negara melalui kemampuan ekonomi,militer dan politik serta melaksanakan diplomasi baik secara damai maupun perang.Dan relasi antara Amerika dan China untuk masa depan menjadi suatu tanggapan bagaimana Amerika akan menyikapi dengan adanya pertumbuhan ekonomi dan pengaruh – pengaruh dalam politik China yang sedang maju.

INTI MASALAH

Dalam identifikasi adanya isu-isu yang dihadapi politik luar negeri Amerika terhadap China terdapat perdebatan-perdebatan yang bagaimana seharusnya ditanggapi oleh Amerika setelah peristiwa 9/11 tersebut terhadap China . dimana adanya pertumbuhan yang pesat dalam bidang ekonomi China serta pengaruh politiknya terlebih dalam bidang militer.Pertumbuhan ekonomi China yang sangat pesat dapat mengakibatkan pertumbuhan bidang yang lainnya termasuk bidang militer dalam hal ini anggaran militer.Dan dengan adanya pertumbuhan tersebut membuatadanya perdebatan yang dalam hal ini ada pihak yang pro terhadap China atau diistilahkan ’Panda Huggers’ dimana adanya anggapan China dalam hal tersebut dapat menjadi kekuatan dalam menciptakan stabilitas di kawasan Asia timur .oleh karena itu adanya pihak Amerika secara aktif mendukung China.Dan adanya lain pihak yang dapat dikatakan kontra terhadap China disebut ”’Dragon slayers’ dimana meyakini adanya pertumbuhan ekonomi dan pengaruh politik China secara pesat dapat secara langsung mengancam kepentingan –kepentingan Amerika dan oleh karena itu harus ditahan lajunya. Tetapi Ada pendekatan ketiga dimana disebut ’Panda Hedgers’ bahwa China tidak perlu didukung secara aktif ataupun ditahan lajunya karena China yang telah berada dalam proses pergerakan ekonomi yang mana pada akhirnya membawa China untuk menerima sistem politik yang lebih terbuka dan liberal.Dalam hal ini kebijakan Amerika dengan mendukung pendekatan tersebut dengan memperbolehkan China untuk membuat pusat ekonomi seluas mungkin yang akan meningkatkan proses perubahan yang internal yang telah berjalan.dimana tidak hanya menjadi penunda keputusan strategis di dalam merespon kemajuan China. Adanya masalah terbesar dengan dimana pihak kontra berargumen bahwa hubungan bisnis internasional terbaru China dan perkembangan kekuatan militernya mengancam kepentingan utama dari Amerika.dengan adanya hubungan bisnis Cina dengan negara-negara yang diisolir akan menghasilkan dampak yang tidak dapat dikira bagi hubungan China dengan Amerika.

Dalam perkembangan yang cepat dalam ekonomi dan pengaruh politik China terlihat dalam empat tahun terakhir, pertumbuhan ekonomi China bertahan dengan kecenderungan terus naik di atas 10 persen. Pusat Statistik China akhir April lalu merilis data pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) kuartal pertama 2007 yang sudah mencapai 11,1 persen. Angka itu bahkan jauh di atas periode yang sama tahun 2006, yaitu sebesar 10,4 persen. Tidak satu negara pun di dalam kawasan asia mampu menyamai rekor pertumbuhan itu. pertumbuhan China yang begitu pesat nyaris tidak terpengaruh oleh pelambatan ekonomi global. Pintu pasar bebas yang dibuka oleh Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) semakin memperdalam integrasi regional maupun global bagi China. Dan pada tahun 2006, nilai investasi asing (foreign direct investment) di China sudah mencapai 60 miliar dollar AS.digambarkan posisi China yang sangat strategis dalam menjaring produksi global sebagai pabrik dunia. Dengan upah buruh yang rendah, seluruh rangkaian produksi barang-barang massal akan menjadi sangat murah jika dilakukan di China. Dan dimana China telah mengubah paradigma Made in Asia menjadi cukup Made in China.1 Beberapa tahun bagi China untuk menempatkan dirinya sebagai top produsen untuk berbagai jenis produk unggulan, mulai dari telepon seluler, komputer, berbagai produk elektronik, sampai mobil. Dan menjadikan ‘panda huggers’ berpendapat agar merangkul China dengan mendukung secara aktif.

Tetapi dalam perkembangan kekuatan militer China mengancam kepentingan utama dari Amerika.dimana dijadikan ancaman oleh pihak ’ dragon slayers’. Perkembangan militer China begitu pesat dari tahun ke tahun seiring dengan pertambahan populasi negara itu. Tidak kurang 2,9 juta rakyat China bergabung menjadi Tentara Pembebasan Rakyat sehingga China merupakan tentara terbanyak di dunia.China telah meningkatkan jumlah peluru kendali jarak pendek yang diarahkan ke Taiwan. Disebutkan, jumlah rudal itu mencapai 730 unit. Padahal, tahun lalu jumlah itu hanya 500 unit.ada 650-730 peluru kendali (rudal) balistik jarak pendek CSS-6 dan CSS-7 ditempatkan di sepanjang garis pantai yang berseberangan dengan Taiwan. China saat ini, antara lain, memiliki lebih dari 700 pesawat tempur yang dapat dengan mudah menjangkau Taiwan.2Walaupun Pemerintah China dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa pembangunan militer dilakukan untuk tujuan damai dan tak dimaksudkan untuk memusuhi negara lain, tetapi posisi China sebagai negara raksasa membuat tindak tanduk negara itu selalu diikuti negara tetangga dan negara kawasan dengan perasaan waswas3.

Keadaan tersebut diperparah lagi dengan tindakan China dengan mengumumkan akan menaikkan anggaran militernya sampai 12 persen yang antara lain untuk memodernisasi persenjataannya4. Muncul kecemasan Amerika akan ketidakmampuan kekuatan militernya di kawasan Asia dalam menandingi kekuatan militer Cina seandainya terjadi konflik bersenjata.

Penaikkan anggaran militer Cina untuk meningkatkan kemampuan pasukan militernya sebanyak dua kali lipat setiap tahunnya selama satu dekade terakhir akan memperkuat Angkatan Bersenjata Pembebasan Rakyat yang dimiliki Cina yang merupakan kekuatan yang sangat besar di dunia yang beranggotakan 2,9 juta personel. Kekhawatiran AS semakin bertambah ketika Uni Eropa (UE) berencana untuk mencabut embargo penjualan senjata ke China yang telah berlangsung 15 tahun5. Para anggota legislatif Amerika bahkan mengancam akan menghentikan kerja sama dengan Eropa dalam berbagai bidang, termasuk proyek-proyek militer, seandainya embargo China jadi dicabut. Menanggapi aksi Amerika dalam hal ini, China meminta Amerika Serikat untuk tutup mulut atas meningkatnya belanja militer China6. Secara diplomatis, China menyatakan meningkatnya belanja militer Cina bukan ancaman bagi siapa pun, termasuk Amerika. Langkah ini merupakan sebuah langkah yang sah dilakukan. Pihak China menyatakan secara diplomatik bahwa persenjataan militer tersebut hanya ditujukan untuk pertahanan belaka7. Selanjutnya pertumbuhan ekonomi China termasuk sangat pesat, keadaan inilah yang membuat China menjadi pasar yang konduktif bagi investor dan sebagai lahan perdagangan yang luas dengan jumlah penduduknya yang besar dan China menjadi salah satu pasar terbesar bagi produk impor Amerika.

Dalam politik luar negeri Amerika, pertumbuhan ekonomi dan politik China sangat penting, Amerika melihat dalam beberapa alasan kepentingan nasional China.dan China sebagai negara yang penting bagi Amerika membuat China harus dilibatkan dalam menyelesaikan tujuan kepentingan nasional Amerika.

Kesulitan yang dimilikki dari pendekatan ’panda hugger’ dan ’dragon slayer’ memiliki bentuk kombinasi kedua pendekatan kebijakan tersebut dapat menjadi suatu yang akan mempertahankan dari harapan yaitu kebijakan ’panda hedgers’ dimana sambil membatasi perlawanan terhadap ketidakmampuan menghalangi China dari kepentingan dan tujuan-tujuan Amerika.Pendekatan ’Panda Hedgers’ berhasil dari membawa China kedalam sistem internasional sembari menyiapkan kemungkinan dan tantangan China dalam kebijakan dan mencari cara untuk meyakinkan kepemimpinan China yang sangat beresiko.Pendekatan dalam kebijakan ini perlu meminimalisasi efek negatif tindakan China sebagai langkah awal untuk membatasi kemungkinan perselisihan.Tujuan dari’panda hegders’ sebagai pendekatan untuk melanjutkan integrasi Asia,dimana pada saat yangsama kebijakan Amerika akan mempersiapkan kemungkinan konflik hegemoni dan struktur sistem internasional dan dilain pihak kepemimpinan China untuk integrasi dan sebuah kerjasama.

Adanya elemen –elemen dalam kebijakan tersebut untuk melanjutkan kerjasama politik,ekonomi dan bidang yang lain namun juga untuk mengecam China ke dalam isu-isu sensitif seperti hak asasi manusia dan untuk menghukum perusahaan –perusahaan China yang mengekspor teknologi nuklir ke negara yang bermasalah8. juga untuk memperkuat hubungan keamanan dengan kekuatan kawasan,dan jika perlu untuk mempersiapkan rencana keamanan multilateral serta untuk menyusun kapabilitas militer Amerika untuk skenario yang merasakan China sebagai musuh.Condoleeza rice dan Collin powell, yang mendikte pembatasan melawan kemungkinan akan agresi China,perkembangan penjualan senjata ke taiwan, pertahanan proyektil Amerika yang menyeluruh ,dan memperkuat aliansi dengan korea selatan dan jepang9 . China mengasumsikan bahwa ini merupakan pilihan kebijakan Bush,dan melihat tidak adanya perbedaan antara ”panda hedger”dan perlindungan yang sopan 10.

Amerika sekarang ini melihat kebijakan tersebut sekarang sebuah jalan untuk menghindari keretakan potensial dan konfrontasi militer dengan china.Karena Amerika menghormati beberapa hal yang dikemukakan China,yang pertama tidak ada usaha perlindungan terhadap taiwan,kedua melanjutkan dukungan terhadap kebijakan satu China’one china policy’,ketiga bahwa Amerika harus menerima sebagai pemberian bahwa kepemimpinan China memahami penting hubungan Amerika –China bagi pembangunan china11.

ANALISIS

Dalam menerangkan isu yang ada antara hubungan China dengan Amerika paska 9/11 dan dalam perspektif realis,Negara tersebut adalah aktor utama dalam politik global tersebut dengan nasionalisme dalam sebuah negara tanpa sebuah otoritas untuk meregulasi aktifitas mereka.Dalam dunia,negara selalu diasumsikan menjadi rasional atao aktor yang bertujuan,mengejar beberapa obyek dimengerti menjadi konsisten dengan kepentingan negara mereka12.

Dalam menjalankan strateginya di China, Amerika menekankan strategi yang ditujukan untuk menghadapi China . Pilihan instrumen yang digunakan dalam menghadapi masalah tadi adalah dengan menggunakan diplomasi baik bilateral, multilateral, diplomasi publik dan diplomasi keras, selain itu dapat juga menggunakan bidang ekonomi dengan menggunakan bantuan luar negeri, kontrol ekspor, dan sanksi-sanksi ekonomi dan yang terakhir adalah penggunaan militer untuk masalah-masalah yang tidak dapat ditempuh dengan menggunakan kedua soft instrumen tadi.

Kepentingan Nasional Amerika dalam America’s national interest dimana pada kondisi untuk menjadi keberlangsungan Amerika dan menjadi baik dalam sebuah bangsa yang bebas dan aman13.Salah satunya yang menyangkut dalam masalah dengan China karena pertumbuhannya yaitu ’Establish productive relatons,consisten with american national interest, with nations that could become strategic adversaries,China and Russia.’14.dan dari situ dapat kita lihat perkembangan pesat dalam ekonomi China telah menjadi isu-isu terutama dalam bidang ekonomi.

Setelah bergabung WTO, China telah memulai untuk menghapus tantangan perdagangan ( trade barrier) dan kesukaran pasar. Tetapi ada beberapa halangan yang muncul secara jelas meluas ke dalam China. Yakni praktek-praktek ketatnya perdagangan,dimana termasuk aturan yang membatasi pada barang-barang dan jasa asing , dimana seringkali dibantu pada perlindungan perusahaan negara. Praktek tersebut termasuk harga tarif yang tinggi, kekurangan transparansi, mewajibkan perusahaan perusahaan untuk mendapatkan ijin khusus untuk barang-barang impor.ketidakseimbangan pada aplikasi hukum dan regulasi, dan peningkatan usia teknologi dari perusahaan-perusahaan asing dalam rangka pengembalian untuk akses pasar. Untuk memaksimalkan keuntungan Amerika dari perdagangan dengan China,sebagai kutipan ,presiden George W. Bush, pada perjanjian adil :

China is a trading partner, and we expect the trade with China to be fair…We expect our people to be treated fairly in this important country”15

Dalam penyeimbangan defisit perdagangan ,Amerika melihat bahwa untuk menekan pemerintah China untuk merevaluasi/ menilai kembali Yuan/ Renminbi (mata uang china dimana dipancangkan terhadap Dolar Amerika.Nilai buatan Yuan yang rendah telah membuat barang barang Amerika menjadi terlampau mahal untuk orang-orang China, dan menjaga barang-barang China dalam keunggulan kompetisi dalam pasar asing. Masalah ini telah dianggap sebagai pasar yang tidak adil.dan Amerika harus menekan china untuk merevaluasi Yuan untuk menganjurkan serta mendorong impor dan mengurangi ekspor,dan membuat perdagangan adil dalam memperbaiki defisit Amerika.Dan mengapresiasikan Yuan juga mempersiapkan industri-industri manufaktur dan pekerjaan di Amerika,dari ancaman barang murah dan buruh yang bergaji rendah.

Dalam melindungi hak properti intelektual juga hal yang sangat penting, karena dapat memastikan ketahanan serta kualitas yang superior pada barang barang Amerika. Dan juga menaikan pendapatan pada produsen-produsen Amerika,sebagai jumlah penjualan yang naik. Pembajakan juga telah berlangsung lama di China, dengan rendahnya pelaksanaan undang-undang hukum membantu untuk keberlangsungannya. Praktek-praktek tersebut telah mengakibatkan kerugian yang sangat besar terhadap Amerika, dan oleh karena itu Amerika harus juga menekan China untuk melihat kembali pelaksanaan undang-undang dan mengakhiri pembajakan.

Dalam isu isu ekonomi tadi Amerika telah menggunakan organisasi multilateral yaitu WTO sebagai instrumen untuk merubah kebijakan China terhadap perdagangan .Amerika dapat juga mengekspektasi untuk melakukan hal yang sama pada masa mendatang. Tekana Amerika juga menyertai dengan balasan jasa jika China mematuhi untuk merubah kebijakan ekonomi China itu sendiri dalam hubungan untuk keuntungan Amerika. Untuk menekan pemerintah China dengan instrumen tersebut nyatanya sangat mudah bagi Amerika karena adanya ketergantungan China pada pasar Amerika. Dan investasi luar negeri dan pasar terbuka Amerika tersedia menjadi pendorong.

Dalam masalah keamanan dimana China dengan pertumbuhan ekonomi yang terlihat,juga memacu pertumbuhan militer dimana adanya pertumbuhan ekonomi tersebut sangat mendorong dimana dapat menaikan anggaran yang masuk ke dalam militer serta modernisasi dan juga peremajaan persenjataan militer. Dalam masalah bidang keamanan, modernisasi dalam tentara pembebasan China(PLA) adalah ditujukan untuk membuat dorongan pertahanan dapat menangkis ancaman terhadap serangan darat besar-besaran. Pertahanan PLA telah membuat strategi untuk kemenangan terbatas pada perang satu batas china, sementara mempertahanhakn pertarungan di luar China. Dan itu mengubah strategi milier dari pertahanan diri negara menjadi pengerasan kekuatan., dengan membangun kemampuan angkatan laut dengan mengoperasikan dalam jarak samudra untuk beberapa lama. China juga bertujuan untuk mencegah taiwan dari pemisahan negara.,dan menggunakan kekuatan militer moderndengan menambah dan melindungi kekayaan dan gengsi China yang baru16.

Sementara menyikapi ancaman dari stabilitas regional. China menyikapi secara tidak langsung ancaman terhadap Amerika, Sebagai militer China tetap masih berada dibawah Amerika. Dan China akan menyisakan sebuah kekuatan reginal dengan besar tetapi dalam tentara yang persenjataannya kurang,dan modernisasi memakan waktu sampai 25 sampai 40 tahum,Tentang penaga nuklir juga akan menisakan sebagian kecil dan dipalai hanya untuk penangkisan terhadap negara. Tetapi, itu juga akan memberikan ancaman strategi kepada Amerika di masa mendatang.Pengamat pertahanan pentagon / The Pentagon’s new Quadrennial Defense Review (QDR) membawa langkal awal dalam mendisain sebagai musuh negara nomor satu17.

Kebanyakan dari QDR telah difokuskan pada pertumbuhan terencana pada kekuatan spesial operasi militer, itu menjadikan keputusan berat pada sebuah perang yang panjang dalam strategi melawan terorisme.Tetapi dikubur dalam pemasukan secara keras birokratisasi dalam sebuah pesan yang jelas: Amerika Serkat akan melihat untuk memastikan bahwa “tidak ada kekuatan asing” yang akan mengembangkan ”reginal hegemoni” atau kemampuan memecah belah,dan China adalah hanya negara dengan kapasitas melakukan hal tersebut18 .

China kembali melanjutkan investasi secara besar-besaran dalam militer, dengan secara nyata dalam persenjataan strateginya dan kemampuan mendisain untuk mengembangkan kemampuannya untuk mengerjakan kekuatan diluar batasnya. Sejak 1996, China telah menambah anggaran pertahanannya dengan menghabiskan lebih dari 10% dalam kenyataannya kecuali 2003. Modernisasi militer China telah maju sejak pertengahan 1990. Langkah dan lingkup pada militer China dibangun sebagai kesiapan dalam menaruh resiko pengimbang militer regional.

China sepertinya melanjutkan membuat invertasi yang besar dalam akhir-akhir terutama pasca 9/11., secara asimetirs kemampuan militer,penekanan alat-alat elektronik dan perang cyber; operasi-operasi penagkis,rudal ballistik dan kapal laut; sistem pertahanan udara yang maju;kapal-kapal selam canggih;torpedo generasi baru;serangan strategi nuklir,dan sistem pertahanan darat dan laut yang mutakhir;dan kendaraan –kendaraan udara yang canggih.menjadi ancaman untuk stabilitas regional dan aliansi Amerika dalam kawasan memerlukan kehadiranmiliter Amerika19.

Pertumbuhan kepentingan pada China mendorong Amerika untuk menjalin hubungan dengannya, tetapi Amerika tidak dapat secara penuh menggunakan instrumen kebijakan luar negerinya. Perluasan kekuatan China dan beberapa faktor mendesak Amerika untuk mengejar arti unilateral. Malahan,Amerika harus puas dengan hanya menggunakan kedatangan militer sebagai pencegahan, menggunakan instrumen ekonomi sebagai mode dan menekankan dalam relasi bilateral antara kedua negara.

Amerika melihat stabilitas di Asia timur sebagai rasa dalam kepentingannya, Relasinya dengan China juga merefleksikan kakta,sebagai China yang punya stabilitas untuk secara signifikan mengubah situasi dalam kawasan. Isu yang mempersoalkan status Taiwan menyisakan kepedihan dalan relasi Amerika Dan China.Amerika berkomitmen untuk mempertahankan Taiwan dan mengesahkan resolusi damai dengan China.Dan ini merupakan sebuah keputusan baguspada simpati terhadap Taiwan sebagian karena itu.,Tidak seperti China,dimana sebuah demokrasi pluralistik dan karena peninggalan simpati melewati rasa anti komunis selama perang dingin. Amerika harus melanjutkan kebijakannya untuk mendukung Twaiwan, jika Taiwan jatuh ke dalam tangan Chinalewat jalan yangtidak diinginkan,akan menjadi pertanyaan yang tumbuh dimana kepercayaan Amerika sebagai sekutu. Tetapi , Amerika juga harus memelihara’one China policy” karena kepentingan strategi dengan China.Dan penyeimbangan dua kebijakan yang kontra adalah sebuah jalan.

KESIMPULAN

Amerika lebih memfokuskan perhatiannya pada munculnya kekuatan kekuatan baru dalam dunia internasional terutama paska 9/11. seperti kehadiran dalam perkembangan China sebagai kekuatan baru yang patut diperhitungkan.Perkembangan China di berbagai aspek membuat Amerika posisinya sebagai Adidaya terancam.Kombinasi pertumbuhan ekonomi yang sangat tinggi,pengembangan kekuatan militer,tingkat kemajuan ekonomi yang begitu cepat dan besarnya jumlah populasi di China menjadi pendorong bagi peningkatan kekuatan China

China sebagai kekuatan yang muncul dalam kehidupan internasional dirasakan amerika sebagai sebuah hal yang patut diwaspadai karena dapat mengancam eksistensi Amerika di kawasan asia pasifik dan kemunculan China sebagai hal yang akan mengimbangi kekuatan dan menjadi payung keamanan di negara-negara Asia pasifik.

Perkembangan ekonomi yang pesat telah menempatkan China sebagai satu negara yang penting.dan perkembangan ekonomi China membuat China punya peran aktif dalam politik dan militer. Kebangkitan ekonomi China membuat dengan sendirinya juga memodernisasi militernya.kemajuan China dalam bidang ekonomi membuatnya memiliki keinginan untuk meningkatkan kemampuan militernya agar aktivitas perekonomian tetap berjalan dengan baik dan tercapainya segala kepentingan nasionalnya. Kebijakan China yang diikuti dengan kebangkitan di berbagai sektor lain membuat China menjadi kekuatan baru yang patut diwaspadai Amerika dan ketakutan itulah yang membuat amerika mengeluarkan tiga pendekatan yang dalam perdebatannya pada startegi ’panda hugger’,’’dragon slayer’ serta ’panda hedgers’. Dan keseluruhan strategi ini intinya bertujuan untuk mengajak China bergabung ke dalam sistem internasional dan bekerjasama dengan negara lain.Kebijakan antara Amerika- China mendorong China secara terbuka bergabung,dengan sistem global dan hasilnya China berubah menjadi satu peran yang penting dalam perdagangan.

Secara ekonomi interaksi China dan Amerika menerapkan dukungan aktif yang berfokus pada membuka perkembangan hubungan ekonomi dan menggabungkan China dalam sistem ekonomi barat.Pertumbuhan ekonomi Amerika dan China mencoba dinaikan agar dengan begitu akan tercipta kemakmuran dan pertumbuhan diantara kedua negara. Tetapi dalam bidang militer, kebijakan China lebih dipusatkan mendorong China untuk memainkan peran aktif yang konstruktif, bertindak sebagai mitra dalam menghadapi tantangan keamanan seperti terorisme,kerjasama Amerika dan China telah meningkatkan kerjasama militer diantara keduanya. Daripada membuat China dianggap sebagai suatu negara yang harus dibatasi. Kehadiran kebijakan tersebut dalam hubungan amerika dengan China dapat membuat kedua negara lebih baik,tidak terdapatnya saling curiga dan mugkin juga harapan amerika untuk mempertahankan eksistensi dalam kawasan terutama China

REFERENSI

The commision on America’s national Interest .2000,America’sNational Interest., July 2000

Art,Robert J. 2003. A Grand Strategy For America, Ithaca:Cornel University Press.

Paul R. Viotti and Mark V. Kauppi. 1997. International Relations and World Politics: Security, Economy, Identity. New Jersey: Prentice-Hall

International Herald Tribune, China Holds Line during Bush Visit. Sunday, November 20, 2005

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0705/10/ekonomi/3523077.htm

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0401/24/Fokus/805137.htm

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0503/10/ln/1613516.htm

http://kompas.com/kompas-cetak/0403/07/utama/896819

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0504/21/opini/1701549.htm

http://www.bbc.co.uk/indonesian/news/story/2005/10/051018_rumsfeldchina.shtml

http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=261349&kat_id=7

http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=261349&kat_id=7

http:www.swp- berlin.org/common/get_document.php/asset_id=3022

http://taiwansecurity.org/WP/2006/WP-080206.htm

http://www.nationalinterest.org/Article.aspx?id=15566

http://findarticles.com/p/articles/mi_m2751/is_81/ai_n15753422

http://findarticles.com/p/articles/mi_m2633/is_4_18/ai_n8686556

http://findarticles.com/p/articles/mi_m2633/is_4_18/ai_n8686556/pg_2

http://findarticles.com/p/articles/mi_m2633/is_2_21/ai_n19172188

http://findarticles.com/p/articles/mi_m2751/is_2001_Winter/ai_81765321

http://findarticles.com/p/articles/mi_m2633/is_4_18/ai_n8685187 http://findarticles.com/p/articles/mi_m2633/is_4_18/ai_n8686554

3 ibid.

5 Ibid.

6 http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=261349&kat_id=7 diakses tanggal 25september 2007 pukul 18.25

7 Ibid.

8 http:www.swp- berlin.org/common/get_document.php/asset_id=3022 . akses tgl 26 september2007.07.43

9 Ibid.

10 Ibid.

11 Ibid.

12 Paul R. Viotti and Mark V. Kauppi. 1997. International Relations and World Politics: Security, Economy, Identity. New Jersey: Prentice-Hall, p. 88.

13 America’s National Interest,the commision on America’s national Interest,July 2000 p.5.

14 Ibid. America’s National Interest.

15“China Holds Line During Bush Visit”, International Herald Tribune, Sunday, November 20, 2005.

16 International Herald Tribune, China Holds Line during Bush Visit. Sunday, November 20, 2005.

17http://taiwansecurity.org/WP/2006/WP-080206.htm Is China the New Threat?, akses tgl25 september 2007, 21.00 .

18 Ibid.

19Ibid.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: