Perkembangan teknologi selular lewat layanan SMS Premium dalam kemodernitasan komunikasi di Indonesia

Perkembangan teknologi selular lewat layanan SMS dalam komunika <!– @page { size: 21cm 29.7cm; margin: 2cm } P.sdfootnote { margin-left: 0.5cm; text-indent: -0.5cm; margin-bottom: 0cm; font-size: 10pt } P { margin-bottom: 0.21cm } A:link { color: #0000ff } A.sdfootnoteanc { font-size: 57% } –>


Layanan SMS

Saat ini siapa yang tidak mengenal teknologi nirkabel,dimana industri telekomunikasi dari tahun ke tahun mengalami pertumbuhan yang cukup fantastis,dan jumlah pelanggan pengguna telepon genggam atau kita kenal sebagai ponsel atau handphone meningkat dan salah satu layanan favorit yang sering digunakan yaitu SMS.Dimana hampir setiap detik orang menggunakan layanan tersebut saat ini.

SMS (Short Messaging Service) atau layanan pesan singkat pertama diuji coba pada Desember 1992. Pesan itu dikirim dari sebuah PC ke sebuah telepon seluler dalam jaringan GSM milik operator seluler Vodafone di Inggris1. Tak ada yang menyangka bahwa hal itu akan menjadi dasar dari satu aplikasi terpenting komunikasi nirkabel. Nyatanya, selama 15 tahun kemudian, pemanfaatan short messaging service terus melambung.

Mengacu perkiraan Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia, SMS akan menyumbangkan pendapatan kepada operator sekitar Rp10 triliun tahun ini. Dengan asumsi tarif antara Rp250-Rp350 per pesan, maka akan terkirim setidaknya 28 miliar pesan dalam satu tahun. Jadi, rata-rata, terkirim setidaknya 75 juta pesan setiap hari dari sekitar 40 juta pelanggan seluler di Indonesia.

Angka trafik yang signifikan dalam meningkatkan kualitas komunikasi dan penyampaian informasi dalam meningkatkan perikehidupan pengguna.Dimana sejatinya, pesan singkat SMS merupakan bagian dari kemampuan standar GSM fase pertama. Menurut standar itu, satu pesan menampung maksimal 160 karakter untuk huruf Latin dan 70 karakter untuk huruf lainnya, seperti karakter huruf Arab, China Jepang maupun Thailand,Dll.

Kemampuan pengiriman pesan dua arah, menjadi faktor terpenting yang mendorong perkembangan SMS. Pesan singkat searah, sebenarnya sudah dapat dinikmati oleh pengguna radio panggil (pager). Namun, pengguna pager umumnya tidak bisa melakukan kiriman pesan balik, hanya bisa menelepon balik.SMS juga langsung menggantikan peran telegram, mode pengiriman pesan yang transmisi antarterminal seketika (real time) tetapi dalam bentuk fisik teksnya butuh waktu penyampaian beberapa jam atau bahkan beberapa hari.

Faktor teknis yang pendorong pertumbuhan SMS antara lain interkoneksi antaroperator; adopsi oleh semua pabrikan handset atau ponsel; antar muka (interface) yang ramah pengguna; adopsi oleh beragam penyedia konten isi layanan; modifikasi menjadi pesan panjang, gambar dan dering sederhana; tersedianya delivery report baik manual maupun otomatis; serta kebutuhan jarak radio atau bandwidth yang relatif kecil.

Di sisi lain, penyedia ponsel telah berhasil mengatasi berbagai kesulitan bagi pengguna dalam melakukan pengetikan pesan singkat dengan 12 tombol.

Sedangkan faktor psikologis yang mendukung antara lain biaya yang terkesan murah (meskipun bisa juga dimaknai sebagai sangat mahal); skema tarif yang sangat sederhana dan mudah dimengerti oleh konsumen; serta tidak mengenal biaya roaming nasional ketika voice call /panggilan telepon masih ada roaming.

Berbagai keunggulan di atas belum dimiliki oleh MMS (multimedia messaging service) sehingga layanan pesan multimedia itu belum bisa menggantikan peranan pesan singkat SMS.

Yang tak kalah menakjubkan, SMS mengalami pertumbuhan sangat pesat praktis tanpa terkait dengan penurunan tarif. Buktinya, sejak pertama diperkenalkan di Indonesia, tarif SMS relatif tetap.

Penggunaan pesan 160 karakter (dalam satu pengiriman pesan) untuk komunikasi person-to-person sudah menjadi kebutuhan utama setiap pengguna ponsel. Bukan lagi hal istimewa.SMS semakin berdaya (powerful) ketika dapat digunakan untuk beragam aplikasi baik untuk keperluan pribadi, korporasi maupun publik.

Beragam konten berbasis SMS sudah tersedia di Indonesia, khususnya info-on-demand (akses berita terbaru, informasi kurs, jadwal kereta api, jadwal penerbangan), download nada dering, maupun kuis. Bahkan SMS juga mulai digunakan untuk transaksi perbankan (mobile banking).

Ragam konten lainnya tentu masih layak dikembangkan. Informasi yang dibutuhkan oleh para pengguna ponsel sangat beragam, dari informasi lalu lintas, angkutan umum, informasi bencana, hingga informasi kebijakan publik. Semuanya mungkin disediakan via SMS.

Bagi institusi publik, SMS bisa menjadi sarana komunikasi interaktif yang penting. Media massa, kantor pemerintahan, lembaga negara, merupakan institusi publik yang butuh informasi valid dan langsung dari masyarakat.Masyarakat pun akan merasa senang jika keluhan, pendapat, dan pandangannya dapat diketahui dan didengar langsung oleh pihak yang memiliki otoritas.

Informasi kebijakan publik maupun pengujian terhadap dampak luasnya, dapat dilakukan secara sederhana melalui media pesan singkat ini.

Namun, harus dicari cara yang kreatif agar upaya ini tidak mengurangi kenyamanan sebagaimana SMS sampah atau sering kita sebut spam yang tidak dikehendaki penerima.

Barangkali dalam konteks validitas informasi dari publik semacam inilah perlunya kejelasan identitas pengirim SMS. Apalagi dalam hal-hal yang menyangkut komunitas terbatas, misalnya satu wilayah, sementara pesan SMS bisa dikirim dari mana saja tanpa terikat wilayah.Model informasi interaktif seperti ini sudah digunakan oleh berbagai stasiun radio dan televisi. Berbeda dengan media massa yang tugasnya ‘selesai’ dengan menampung masukan, maka institusi pemerintah perlu melakukan berbagai proses lanjutan untuk memastikan bahwa masukan tidak berhenti sebagai masukan.

Sementara bagi korporasi, ragam pemanfaatan SMS jauh lebih banyak baik dalam berhubungan dengan pelanggan, maupun sebagai bagian dari proses pengendalian bisnis.

SMS bisa digunakan sebagai sarana komunikasi interaktif dengan konsumen. Perusahaan bisa menjalin hubungan yang lebih personal, mendapatkan informasi yang benar-benar spesifik, sesuai dengan kebutuhan pelanggan yang bermacam-ragam.

Dalam proses bisnis, pesan 160 karakter juga dapat digunakan untuk remote monitoring (misalnya untuk menghubungkan alat-alat ukur utama di pabrik dengan pusat pengendalian atau kantor pusat), bahkan remote control berdasar kode-kode khusus. Informasi berbasis lokasi, misalnya tracking posisi kendaraan, merupakan hal penting yang dapat dimanfaatkan oleh perusahaan pengiriman logistik serta transportasi, dan dapat dimulai dengan SMS.

Lebih jauh, regulator bisa mewajibkan operator telekomunikasi untuk memiliki kemampuan memastikan posisi pelanggan dengan ketepatan radius puluhan meter guna untuk keperluan bisnis, keamanan dan pertolongan.

Sedangkan bagi lembaga keuangan, fasilitas transaksi melalui SMS sudah menjadi tuntutan. Banyak aplikasi pembayaran dapat dibangun di sana.seperti fasilitas mobile banking yang yang menggunakan via SMS untuk pembayaran pembayaran tertentu,yang mungkin salahsatunya pembayaran pendidikan seperti kuliah,belanja,dll.

Perkembangan layanan SMS

Teknologi paling menarik yang sedang populer dalam bidang teknologi seluler adalah 3G dan 3G adalah video call alias bertelepon sambil melihat lawan bicara ungkap mayoritas awam.Padahal, sebenarnya masih ada layanan menarik selain video call. Sebagian di antaranya, kalau mau dapat segera diaplikasikan oleh operator. Sebagian lagi, supaya lebih optimal, memang perlu disandingkan dengan 3G.Dimana salah satunya fasilitas SMS over GPRS. Yang pada 2001 telekomunikasi seluler di Indonesia telah mengaplikasikan GPRS. Tahun itu pula ponsel yang mendukung layanan GPRS beredar di sini.

SMS over GPRS tak ubahnya SMS konvensional. Saat pelanggan ingin mengirimkan SMS, cara yang harus ditempuh sama seperti yang selama ini lazim dilakukannya ketika berkirim pesan singkat. Bedanya, SMS itu akan dilewatkan jalur GPRS.

Keuntungan bagi pelanggan, biaya ber-SMS over GPRS jauh lebih murah ketimbang SMS konvensional. Kalau tarif SMS saat ini rata-rata Rp 300 per pesan, dengan panjang pesan yang sama, biaya ber-SMS over GPRS tak lebih dari Rp 25.

Dan saat ini adanya persaingan antara penyedia layanan atau operator mendorong lahirnya SMS murah bahkan gratis,sebagai contoh PT Excelcomindo Pratama (XL) Tbk,sebagai salah satu operator yang kita kenal dengan XL,dimana seiring pertambahan pelanggan, XL mencatat peningkatan penggunaan SMS sebesar 63% pada kuartal pertama tahun 2007 dibanding periode yang sama tahun 2006.

Kinerja XL membaik karena terus bertambahnya jumlah pelanggan. Hingga akhir triwulan I-2007 jumlah pelanggan meningkat hingga 23 persen atau naik dari 8,2 juta pelanggan pada triwulan I-2006 menjadi 10,1 juta pelanggan pada triwulan I-2007.2

Sebagai dampak dari peningkatan jumlah pelanggan, XL melaporkan peningkatan penggunaan SMS sebesar 63%, yaitu dari 1,6 miliar SMS pada triwulan I-2006 menjadi 2,6 miliar SMS pada periode yang sama tahun 2007. Lalu lintas percakapan juga dilaporkan naik sebesar 85 persen dari 0,5 miliar menit pada triwulan I-2006 menjadi 0,9 miliar menit pada triwulan I-20073.
Trafik SMS seluruh pengguna XL mencapai 3.200 SMS per detik atau 50 juta SMS per hari. Dari jumlah tersebut, 90 persen diantaranya terjadi pada jam sibuk, sementara 10 persen sisanya pada jam tak sibuk. Dengan program ini, trafik SMS saat jam tak sibuk diharapkan meningkat hingga mencapai 30 persen.

Jumlah pelanggan Jempol kini sebanyak 4,4 juta atau 42 persen dari total pelanggan XL (10,5 juta), Penyebarannya banyak berada di Bali, Mataram, Sumbawa, Yogyakarta, Kalimantan, Surabaya, dan Lampung.PT Excelcomindo Pratama Tbk (XL) merilis program tarif SMS murah untuk pelanggan Jempol. Tarif sekali SMS ke sesama pelanggan kini Rp 45. Program ini berlaku nasional.Untuk menghindari overload jaringan, promo SMS murah tersebut hanya berlaku pada waktu off peak (pukul 22.00-06.00 WIB) dan berlaku mulai 14 April hingga 14 Oktober tahun ini.4

Pelanggan Jempol kini berjumlah 4,4 juta atau 42 persen dari total pelanggan XL (10,5 juta). Di Jawa Timur sendiri jumlahnya mencapai 52 persen dari total 2,3 juta pelanggan5.

Selain perkembangan fasilitas SMS yang menjadi perkembangan selanjutnya dalam dunia modern ini yaitu maraknya SMS premium yang mana sering kita lihat lewat iklan media massa.

Layanan SMS Premium

Salah satu bisnis akibat perkembangan layanan SMS yaitu menjamurnya SMS Premium. Bisnis SMS Premium yang punya tarif minimal Rp 2000,00 sekarang sedang jadi sorotan. Bisnis ini memang sedang naik daun. Hampir seluruh media massa dari elektronik, online maupun cetak, memiliki layanan ini. Tak peduli apakah itu media umum atau media dengan liputan satu bidang saja. Bahkan lembaga pelayanan umum pun punya program ini, contohnya bank.Yang membuat bisnis ini laris seperti jajanan pasar karena memang peminatnya cukup banyak. Salah satu pihak yang pernah memegang rekor pendapatan terbesar dalam waktu sempit (1 menit) adalah Stasiun TV Indosiar sewaktu mengadakan program AFI.

Program SMS seperti ini berbeda dengan SMS pada umumnya. Saat ini, jenisnya sudah sangat beragam. Ada berita, skor (pertandingan/lomba), profil figur publik/artis, kencan virtual (Chatting), humor, atau yang kini tengah ngetren adalah mencari ayat-ayat kitab suci atau ramalan. Seluruhnya bisa diperoleh melalui SMS.

Konsumen tinggal mengirim sebuah kata kunci yang sudah dipromosikan untuk sebuah layanan ke sebuah nomor yang biasanya memiliki angka digit empat buah. Setelah itu, konsumen akan menerima balasan (reply) sesuai permintaan.

Panjang muatan balasan biasanya tak akan lebih dari 160 karakter. Ini adalah jumlah karakter maksimal pengiriman dan penerimaan sms dalam sebuah ponsel, yang tak hanya berlaku untuk premium. Dalam lalu lintas SMS umum, jumlah ini pula yang berlaku. Jika lebih dari 160 karakter, maka karakter sisa akan terkirim melalui SMS berikutnya.

Seiring dengan perkembangan, SMS premium akhirnya harus menggunakan proses pendaftaran. Dengan kata lain, konsumen diharuskan berlangganan untuk mendapatkan akses dan mengikuti layanan. Malangnya, proses pendaftaran tidak memiliki acuan baku atau standar. Ada yang menggunakan kata kunci “REG”, “Daftar”, atau “SUB”. Ketiga kata kunci ini (keyword), digunakan untuk berlangganan. Sekali anda mengirim tulisan itu ke nomor tertentu, maka anda langsung dianggap sebagai pelanggan.

Sedangkan untuk berhenti berlangganan disediakan kata kunci “UNREG”, “Stop”, atau “UNSUB”. Secara normal, setelah mengirim kata kunci tersebut, maka seorang konsumen tidak lagi dianggap sebagai pelanggan.Ada pula kombinasi “REG ON” dan “REG OFF”. Yang pertama untuk berlangganan dan yang kedua untuk berhenti.

Dan dalam sebuah layanan SMS premium, minimal terdapat dua pihak yang berada di belakang dapur. Yang pertama tentu saja pihak vendor seluler, misalnya Telkomsel, Pro XL, atau Indosat. Sementara yang kedua adalah Content Provider (CP).

CP inilah yang menyediakan dan bertanggung jawab terhadap seluruh muatan dan data yang dikirim via SMS ke pelanggan. Sementara vendor hanya bertanggung jawab soal teknis kirim mengirim dan tidak mengurusi soal isi sama sekali.Seperti diketahui, tarif minimal yang dikenakan dalam SMS premium adalah Rp 2000,- Keuntungan dari biaya ini tidak sepenuhnya dinikmati oleh CP, namun juga oleh vendor. Perhitungannya adalah sebagai berikut:

  • Dari Rp 2000,- itu, pihak vendor lebih dulu mengambil jatah sms umum. Misalnya Rp 350,- Sisanya kemudian dibagi dua oleh vendor dan CP.

Banyak pelanggan yang merasa tertipu atau dimanfaatkan oleh CP dalam bentuk pulsa. Layanan yang didapat tidak memuaskan, tetapi pulsa di kartu ponsel justru habis disedot.Pada awalnya, layanan SMS premium tidak memerlukan proses langganan. Namun lama kelamaan, banyak CP yang setoran pendapatannya tidak memadai untuk membiayai ongkos server di vendor. Oleh karena itu vendor pun mewajibkan setiap CP untuk memiliki program daftar agar konsumen menjadi terikat.

Ini ada kaitannya pula dengan wajib setor keuntungan yang dibebankan kepada CP. Modus yang biasa terjadi, CP diwajibkan menyetor dalam jumlah tertentu. Tentu saja CP harus bekerja keras agar memenuhinya. Ini mirip dengan kondisi supir angkot yang harus memberi setoran kepada pemilik angkot.Jika keuntungan yang diperoleh melebihi jumlah setoran, maka sisanya menjadi milik CP. Apabila kurang, maka CP harus merogohnya dari kantong sendiri untuk menutupinya. Besaran setoran juga tergantung kepada kelas rekening di vendor. Ada yang standar, premium, silver dan gold. Semakin tinggi tingkatannya, semakin tinggi pula jumlah setorannya. Kelas ini pula yang menentukan apakah CP tertentu bisa memiliki nomor akses pribadi atau tidak.

Tak heran di kemudian hari banyak modus ganjil yang dilakukan CP, khususnya jika CP itu tak jelas kredibilitasnya. Tapi kadang CP yang punya kredit bagus di mata publik pun tak lepas dari tindakan seperti sedot pulsa tersebut.

Dalam peraturan yang ditetapkan vendor, setiap CP sebenarnya hanya diperbolehkan mengirim maksimal dua SMS dalam sehari. Ini jelas maksudnya, supaya pulsa orang tidak dieksploitir. Layanan yang disediakan juga seharusnya punya daftar pilihan waktu. Apakah layanan ingin dikirim setiap pagi dan sore atau sebagainya. Misalnya, layanan itu adalah skor pertandingan sepakbola (livescore), maka hanya dimungkinkan mengirim dalam bentuk Half Time (istirahat) dan Full Time (selesai). Namun entah mengapa banyak CP yang tidak melakukan ini.

Kasus yang dianggap merugikan konsumen ada pada urusan daftar dan berhenti. Seseorang sudah mengirim SMS untuk berhenti, tetapi layanan tidak berhenti dan tetap jalan terus. Namun untuk kasus sedot pulsa, tak pelak lagi kesalahan ada di pihak CP. Entah disengaja atau tidak,gambaran perbedaan peran antara CP dengan vendor bisa dilihat di bawah ini.

  • CP memilah dan mengelola nomor pelanggan yang masih aktif dan tidak aktif

  • CP menyediakan data layanan (berita, skor, humor, ramalan, chatting, dsb-nya) untuk nomor yang masih aktif (menjadi paket data siap antar)

  • Vendor memastikan paket data bisa terkirim (vendor sebagai jembatan antara CP dengan konsumen dalam hal data layanan).6

layanan SMS Premium dinilai menjurus ke hal-hal yang tidak sehat.

Maraknya praktik layanan SMS Premium akhir-akhir ini mengundang pro dan kontra dari berbagai pihak. Salah satunya Majelis Ulama Indonesia (MUI) memberikan perhatian khusus pada layanan SMS Premium, utamanya yang mengarah pada aspek judi.

Meskipun merupakan salah satu Value Added Service (VAS) yang paling cepat pertumbuhannya, SMS Premium banyak dirasa sudah kebablasan dan perlu ditertibkan. Bahkan, dianggap tak berguna karena topiknya membodohi masyarakat. Pada kenyataannya praktik ini banyak merugikan pengguna selular dan sering dijadikan alat penipuan.

Dimana mungkin kondisi ini tak terlepas dari persaingan yang semakin ketat antara para penyedia konten (Content Provider-CP) yang menyelenggarakan SMS Premium. Apalagi, melihat kerasnya aturan para operator untuk pemilik short number (nomor yang biasa menjadi tujuan pengiriman SMS-biasa terdiri dari 4 angka). Pada akhirnya, CP berusaha memaksimalkan pemasukkannya, sehingga terkadang sering melakukan cara-cara yang kurang etis.

Seperti halnya tetap mengirimkan SMS meski pelanggannya sudah berhenti. SMS ini akan memotong secara otomatis pulsa pelanggan. Padahal tarif SMS Premium cenderung mahal yaitu mencapai Rp 2000 per SMS. Pelanggan juga terkadang sulit untuk menghentikan layanan SMS Premium, karena tak jelasnya proses penghentian.

Proses penghentian ini bahkan terkadang tak dicantumkan pada iklan SMS. Kalaupun dicantumkan, menggunakan huruf kecil yang biasanya ditempatkan di bagian bawah sehingga sulit untuk dilihat atau diperhatikan konsumen. Untuk mengikuti program SMS, pelanggan mengirimkan kode REG diikuti topik SMS dan mengirimkannya ke nomor yang tertera di iklan. Untuk menghentikannya, tinggal mengetik UNREG. Metode REG dan UNREG ini baru diterapkan setahun terakhir.


Untuk antisipasi kalangan-kalangan operator sendiri telah mengantisipasi hal ini. ”Untuk mempermudah para pelanggan, kami para operator berinisiatif untuk menyamakan sistem dengan memuculkan REG dan UNREG. Kalau dulu tahun 2005, banyak cara yang dilakukan untuk mengikuti atau menghentikan layanan seperti mengetik DAFTAR, IKUT atau BATAL. Sehingga tidak seragam, dengan REG dan UNREG kita usahakan agar seragam,” ungkap GM VAS & New Services XL, Suanta P Bukit, dalam diskusi ‘SMS Premium: Antara Bisnis, Layanan dan Etika’, yang diselenggarakan oleh Mobile Magazine, di Jakarta7.

Standarisasi ini hanyalah salah satu cara yang digunakan untuk merapikan bisnis SMS Premium di Indonesia. Sikap operator yang cukup selektif terhadap CP dengan memberikan beberapa persyaratan untuk bekerjasama menjadi upaya lain yang ditempuh. Ada persyaratan tertulis dan tidak tertulis antara pihaknya dengan CP. Operator biasanya melihat bisnis plan CP, target yang akan ditempuh, hingga layanan apa yang ingin ditawarkan pada konsumen. Layanan ini tak boleh mengandung unsur SARA, judi dan sesuai dengan normal yang berlaku.

Sementara itu, Erik Tan Have, Direktur Java Code-penyedia konten, mengakui aturan main pihak operator memang sudah jelas. Namun, banyaknya jumlah CP yang beroperasi dan lemahnya enforcement yang diterapkan masih menjadi kendala untuk membenahi layanan tersebut. Saat ini, kata Erik, jumlah CP mencapai sekitar 200 perusahaan. Perusahaan ini terdiri berbagai tingkatan mulai dari kecil, menengah hingga besar8.

Sementara itu, anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) bidang hukum, Kamilov Sagala mengungkapkan secara aturan dan mekanisme hukum, memang sudah jelas. Pemerintah sudah mengatur hal tersebut di UU Perlindungan Konsumen, UU Telekomunikasi dan peraturan lainnya. Namun, yang lebih penting adalah etika yang harus dipegang teguh oleh para CP dalam menjalankan bisnisnya. Sehingga, tidak melanggar norma yang berlaku di masyarakat.9

Operator harus memanggil CP yang dianggap menyalahi aturan dan etika bisnis. BRTI, tak bisa melakukannya seorang diri, karena keterbatasan sumber daya manusia dan banyaknya persoalan yang harus diurus. Karena itu, semua pihak harus berperan untuk mengawasi, baik media ataupun masyarakat.10

Pendapat tentang SMS Premium

Salah satu contoh SMS Premium yaitu PT Infokom bekerjasama dengan operator telekomunikasi menyelenggarakan layanan kuis di media televisi yaitu, “Goyang Pol” ditayangkan di RCTI, “Klop dan Kira-kira” (Global TV), dan “Iseng-Iseng” (TPI). BRTI (Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia)pada 23 Agustus 2003, telah mengirim surat mendesak semua operator telekomunikasi menutup sementara SMS Premium 6288 ini lantaran disebut-sebut mengandung unsur judi oleh banyak kalangan.

Menurut Suwarno salah seorang penjual ponsel di salah satu gerai hp di BEC dia mengatakan bahwa, Jangan mudah tergiur iklan-iklan yang mengajak untuk berlangganan SMS premium. Ingat, SMS jenis ini harganya berlipat-lipat dibanding harga SMS normal. Pelajari dulu jenis content SMS yang akan Anda langgan. Apakah Anda benar-benar membutuhkan SMS itu?

Pelajari juga harga tiap SMS dan frekuensi pengirimannya per hari. Ini berhubungan dengan jumlah pulsa yang tersedot atau jumlah uang yang harus dibayar jika Anda pengguna layanan pascabayar. Pelajari cara melakukan unsubscribing atau tidak berlangganan. Biasanya iklan-iklan sms premium mencantumkan cara melakukan unsubscribing dan juga nomor telepon content provider. Jika brosur dan iklan tidak menjelaskan caranya, teleponlah content provider premium sms itu. Jika iklan itu tidak mencantumkan cara unsubscribing dan tidak ada nomor telepon yang bisa dihubungi, lupakan content provider itu. Hentikan berlangganan sms premium segera setelah Anda merasa tidak membutuhkan content yang mereka kirimkan.

Penutup

Dapat disimpulkan bahwa layanan SMS menjadi salah satu tuntutan modernitas di segala kalangan dari masyarakat yang mungkin tidak mempunyai ponsel dimana juga banyak tersedianya wartel SMS dan para pengguna ponsel dari kelas bawah sampai kelas atas, dimana adanya fenomena ponsel yang bukan lagi menjadi barang mewah dan dapat diperjualbelikan dengan mudah,seperti maraknya penjualan ponsel bekas di pasaran elektronik. Layanan SMS juga merupakan layanan yang paling diminati ataupun populer dibanding telepon karena harganya yang murah,tetapi adanya perkembangan layanan SMS yang bisa disiasati bahkan bisa menjadi gratis ataupun operator yang menyediakan SMS murah bisa menjadikan masyarakat menjadi tidak tahu lagi mau dikemanakan pulsa yang segitu banyaknya dan kemunculan SMS premium menjadikan masyarakat seolah olah butuh hal lain diatas komunikasi yang tujuan dasarnya untuk membuat lancar komunikasi tetapi malah menjadikan suatu kebutuhan hal-hal yang dasarnya bersifat hedonis,dimana SMS premium isinya rata-rata seperti sampah seperti isi konten tak begitu berguna dan juga membuat masyarakat memakai SMS untuk hal yang sifatnya menjurus ke judi.Masyarakat dibuat berharap-harap untuk kepuasan diri untuk menang.SMS Premium disatu pihak menguntungkan penyedia layanan tetapi sangat merugikan masyarakat dengan menipu dan memeras pulsa.

Daftar Pustaka

http://en.wikipedia.org/sms_history

http://ad.detik.com/link/inet/inet-relion2007.ad

www.telkom.net/tren_internet_detail.php?cid=1&id=342

www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=264411&kat_id=387

www.detikinet.com/index.php/detik.read/tahun/2006/bulan/07/tgl/31/time/121554/idnews/646675/idkanal/330

www.suarakarya-online.com/news.html?id=170751

3 Ibid.

4 Ibid

5 Ibid.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: